1. Tingkatkan kontak orangtua-anak
Kontak langsung dengan orangtua
merupakan alat belajar yang terbaik bagi anak, dan tidak dapat
menggantikan berbagai jenis teknologi, video, maupun acara TV tertentu.
Orangtua yang berbicara, bermain, berinteraksi langsung dengan anak
memberikan stimulasi yang paling dibutuhkan oleh anak karena mengandung
ikatan emosional bermakna untuk mereka.
Sebagai contoh, Anda dapat mulai
berbicara dengan anak sejak ia masih bayi. Ceritakan kegiatan apa saja
yang sedang Anda lakukan, tunjukkan senyum Anda, ajak bercanda dan
tertawa bersama. Ketika ia mulai besar, bacakan cerita atau dongeng.
Namun jangan membaca secara pasif, lakukan secara dua arah agar memicu
imajinasi dan rasa ingin tahu mereka.
2. Berikan permainan yang cerdas
Bermain adalah dunia anak. Ketika
memberikan mainan untuk anak, sesuaikan dengan tahap perkembangan
seusianya. Mulailah dari mainan yang berbunyi atau bergerak, kemudian
mainan bertekstur yang mudah digenggam. Pilih jenis mainan yang memicu
rasa ingin tahu, berwarna, berbentuk menarik, yang merangsang interaksi
antara anak dan mainan. Namun perlu diingat, apa yang Anda lakukan
bersama anak jauh lebih penting dari apa yang Anda belikan untuk anak
Anda. Oleh karena itu, selalu sempatkan waktu bermain bersama mereka.
3. Berikan nutrisi optimal
Terutama ASI eksklusif, MPASI, hingga
makanan dewasa. Berikan makanan tersebut secara bertahap, sesuai dengan
anjuran usianya dan ukuran porsinya.
4. Berikan imunisasi lengkap
Anak yang menerima imunisasi lengkap
sesuai usianya, cenderung memiliki kecerdasan kognitif dan kemampuan
fisik lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak menerima imunisasi.
Sebab anak yang menerima imunisasi berisiko lebih rendah menderita
penyakit sehingga bertumbuh lebih optimal dibandingkan dengan anak yang
tidak diimunisasi.
sumber: klik dokter